Bismillaahirrohmaanirrohiim
Dengan menyebut nama ALLAH Yang Maha Pengasih Lagi MahaPenyayang atas nama masyarakat desa Karangsono kecamatan Mranggen Kabupaten Demak akan memaparkan hal ikhwal yang berkaitan dengan desa. Letak geografis desa Karangsono sebelah utara berbatasan dengan desa Candisari sebelah timur berbatasan dengan desa Kuripan sebelah selatan berbatasan dengan desa Kembangarum dan sebelah barat berbatasan dengan desa Kembangarum dan desa Tamansari. Luas wilayah Desa Karangsono kurang lebih 24,8 kilo meter persegi, jumlah penduduk sampai bulan Agustus 2016 kurang lebih 5.814 jiwa. Dilihat dari beberapa bangunan dan tempat peninggalan dari para pendahulu yang berada di desa menunjukkan adanya sejarah asal usul desa. Seperti Masjid Nurul Amin satu masjid pertama di desa Karangsono yang mendirikan dua orang bersaudara bernama Mbah H.MADNUR dan Mbah H. AMIN orang pendatang Penyebar agama Islam pertama di desa yang dikala itu masih belum banyak warga di desa, sehingga sekarang kelihatan hasil dari pada perjuangan beliau berupa banyaknya Masjid ada 3 (tiga) tempat dan hampir di setiap gang juga ada Musholla / Langgar juga banyak organisasi keagamaan seperti j ama’ah tahlil hampir di setiap RT ada jama’ah tersebut yang sudah menjadi tradisi dan budaya masyarakat Karangsono. Sebuah makam Mbah Mintorogo makam tertua terletak di tengah sawah juga dibuat tempat untuk selamatan syuronan, sebuah sumur tua peninggalan Nyai Rondah dan Mbah Bunawi di tengah desa Karangsono juga dibuat tempat selamatan syuronan, di dukuh Karanggawang juga ada sebuah peninggalan mBah Sariguno dibuat pula untuk selamatan syuronan, di pinggir desa dukuh Ploso ada peninggalan dari Mbah Sarinten juga dibuat untuk selamatan syuronan, di tengah sawah dukuh Jetis ada peninggalan Nyai Bandriyah sebuah sumur tua juga tempat selamatan syuronan. Semua peninggalan tersebut sampai sekarang belum bisa diketahui dengan pasti dari mana asal usul mereka itu. Sarana pendidikan tingkat dasar (SDN) ada 3 (tiga) tempat, Taman Kanak-kanak (TK) ada 2 (dua), Taman pendidikan Alqur’an ada 2 (dua), Pendidikan usia dini (PAUD) ada 2 (dua).
Seiring dengan perkembangan jaman ada beberapa Kepala desa / Lurah yang telah memimpin jalannya Pemerintahan desa Karangsono seperti Mbah Kapuk, Mbah Anwar, Mbah Ngateman, Mbah Qodirun Temon dan Mbah Sardi. Dari sejarah tersebut bisa dibuat pelajaran bagi generasi penerus untuk melihat bagaimana cara pendahulu kita dalam menyebarkan pendidikan agama Islam dan bagaimana mereka dalam mengembangkan wilayah kekuasaannya sehingga bisa menjadi sebuah desa yang bernama desa Karangsono.
Demikian awal sebuah profile desa semoga menjadikan pengetahuan bagi pembacanya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan